Konsep dan Pendekatan Geografi

Sudah lama saya mencari makalah fotocopy-an yang saya peroleh ketika mengikuti Sarasehan Forum Pimpinan Pendidikan Tinggi Geografi Indonesia pada tanggal 18 dan 19 Januari 2008 di Fakultas Geografi UGM. Makalah yang saya cari-cari itu adalah makalah Prof. Dr. H. Hadi Sabari Yunus, MA; DRS. yang berjudul “Konsep dan Pendekatan Geografi: Memaknai dan Hakekat Keilmuannya”.

Pada saat itu, yang saya ingat tulisan beliau ini Bagus Sekali dan layak dipublikasikan, tapi justru naskah makalah itu hilang dan secara kebetulan barusan saya peroleh lagi.

Banyak hal yang terjawab oleh tulisan itu yang sejak awal kuliah saya sampai sekarangpun masih sering dibicarakan. Betul kata beliau “…. kecenderungan terjadinya marginalisasi Geografiwan telah disinyalir dalam waktu yang lama dan sampai saat ini hal tersebut masih saja terjadi, karena kurang mantapnya/solidnya pemahaman konsep dan pendekatan Geografi itu sendiri”

Geografi merupakan ilmu yang sangat istimewa, karena sifatnya multi-variate di mana beberapa bidang kajian yang berbeda-beda dipelajari dan membentuk satu kesatuan ilmu yang solid. Sifat inilah yang menguntungkan mereka yang mempelajari Geografi karena bidang kajian ini bersifat poly entry yang menguntungkan hagi mereka yang mempelajarinya karena memberikan peluang lebih banyak bagi mahasiswa Geografi untuk memperoleh pekerjaan. Di samping sifat multi-variate ini merupakan kekuatan bidang kajian Geografi, namun sifat ini pula yang dapat menjadi titik kelemahan utama bidang kajian Geografi apabila tidak mengetahui cara-cara atau kiat-kiat mengatasinya.

Pada saat ini tidak banyak lulusan Geografi yang mempunyai posisi kardinal dalam berbagai program pembangunan dan hanya berperanan marginal saja. Penyebab utamanya adalah tidak memahami sepenuhnya kajian Geografi dengan benar sehingga dalam berbagai kegiatan pembangunan tidak mampu berbicara atau berbuat banyak karena kurang penguasaan ilmunya. Sifat multi-variate ini terkadang menjerumuskan seseorang menjadi merasa menguasai semua, atau merasa tidak menguasai semua. Kedua macam persepsi ini sama-sama tidak menguntungkan. Sifat merasa menguasai semua ilmu pengetahuan adalah sangat keliru, karena tidak ada satu orangpun di dunia yang akan mampu menguasai berbagai ilmu pengetahuan. Sifat merasa tidak menguasai semua bidang kajian pendukung dalam Geografi tidak benar, karena akan mengakibatkan seseorang merasa rendah diri dan merasa tidak mampu sehingga tidak banyak yang diperbuat dalam menyumbangkan ilmunya.

Dalam cerita pewayangan ada sebuah cerita yang menarik untuk dikemukakan di sini karena mempunyai alur cerita yang hampir mirip dengan kondisi tersebut. Ada seorang tokoh yang dikenal dengan Arya Sangkuni. Dia maha patih kerajaan Astina yang sudah tua, lemah namun penuh trik-trik politik. Pada saat perang Bharatayudha hampir purna, dia maju ke medan perang sendirian melawan tentara Pandhawa dan dia baru tahu kalau dirinya sangat sakti, tidak mempan semua senjata yang ada dan semua prajurit dapat dikalahkan. Tokoh ini sangat menyesal mengapa tidak semenjak dulu dia sadar akan kesaktian dirinya, sehingga tidak dapat memanfaatkannya untuk kemajuan kehidupannya. Suatu kesadaran yang terlambat mengenali kemampuan diri, sehingga tidak banyak yang dipetik dari adanya keunggulan yang dipunyai.

Makalah beliau bertujuan untuk menyadarkan para Geografiwan mengenali kesaktian / keunggulan keilmuan dirinya dan membangkitkannya sehingga mampu berkiprah lebih banyak dan lebih mantap dalam setiap pembangunan berbasis wilayah di negeri ini.

Makalah selengkapnya: Pendekatan Geografi Prof Hadi Sabari Yunus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tehnologi Informasi

“Geo-technology, as one of the three most important emerging and evolving fields,
along with nanotechnology and biotechnology” (2004, Gewin, Nature)

Materi :

Materi1 – Pengantar TI
Materi2 – Episentrum TIK
Materi3 – Geotechnology
Materi4 – Augmented Reality
Materi5 – Kompetensi Berbasis IT

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penanganan Data Spasial

Stages of spatial data handling

  1. Spatial data capture and preparation
  2. Spatial data storage and maintenance
  3. Spatial querying and analysis
  4. Spatial data presentation
              ITC, 2004
Posted in Uncategorized | Leave a comment

SIG

 

Sumber: Ron Brigg, ESRI dan modifikasi

 

Posted in SIG | Leave a comment